Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

[Edisi Ke-14] Buletin KPDF Experimental Lab: Hal-hal Receh yang Membuatmu Bahagia

Gambar
 Hallo Fairies, buletin KPDF Experimental Lab edisi ke-14 sudah terbit nih. Ayo baca! Menjadi bahagia itu sebenarnya mudah. Kita hanya perlu bersyukur dengan setiap hal yang kita miliki. Sangat sederhana, tapi sering terlupakan. Pada edisi kali ini ada banyak cerita dari anggota KPDF dengan beragam warnanya. Selamat membaca ya! « Sebelumnya Daftar Isi Selanjutnya »

[Hanya Figuran Tak Terkalahkan] Chapter 3

Hirose Yoshino. Nama itu terasa familiar, tapi juga asing. Sepertinya dia bukan berasal dari Kerajaan Fordburg Negro atau pun kerajaan lain yang ada di benua Samsara. Mungkin dari suatu tempat yang jauh entah apa itu. “Kau bilang kemarin ingin tahu namaku kan? Aku sudah mengatakannya,” ujar Rose yang seketika saja membuatku terasa tertampar. Apa yang sebenarnya dilakukan Basil yang asli sebelumnya? Apa dia menggoda setiap perempuan yang terlihat manis? Entahlah, tapi mungkin saja benar. “Oh, ya, salam kenal,” jawabku singkat. Rose menatapku dengan bola mata bulatnya yang beberapa kali berkedip. Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan olehnya saat ini. Sepertinya akan lebih baik bila aku abaikan saja. “Kalau begitu, aku duluan, ya,” kataku sambil mengalihkan pandangan dan kembali melangkah meninggalkan Rose. Belum juga aku jauh melangkah, terdengar suara yang cukup nyaring dari luar. Seketika saja aku pun berlari. Aku harap kakek tua itu tidak apa-apa. Ah, tepat sepert...

[Hanya Figuran Tak Terkalahkan] Chapter 2

Berapa harga sayur? Seketika saja aku teringat dengan hal ini. Bila suatu saat nanti aku ingin menuntut orang yang merusak gerobak sayur ini, seharusnya aku tahu berapa harganya. Ah, menyebalkan sekali. Sekali lagi kulihat Louis yang sedang berdiri di dekat pancuran. Mata merah nyalang itu menandakan kewaspadaan. Mau bagaimana pun, tokoh utama dalam novel The Flame Emperor ini adalah Louis Chambers. Seorang laki-laki yang berkelana ke berbagai negeri demi mendapatkan tumbuhan langka. Dia melakukan perjalanan yang sangat panjang dan penuh rintangan demi menyembuhkan ibunya yang sakit. Meski pun pada akhirnya ibunya tetap mati juga. Kasihan sebenarnya. Dia berjuang sangat keras, tapi akhirnya harus kecewa karena keluarganya dibantai oleh pihak kerajaan hanya karena dituduh sebagai sarang penyihir terlarang. Ah, sudahlah. Itu tidak ada urusannya denganku. Lagipula aku di sini hanya menjadi seorang tukang sayur. Aku tidak perlu repot-repot menangani kehidupannya. Aku hanya perlu tahu berap...

[Hanya Figuran Tak Terkalahkan] Chapter 1

Setelah mati malah jadi tukang sayur. Apa kau bercanda? Sayangnya kenyataan inilah yang aku alami saat ini. Begitu aku membuka mata, diriku sudah berada di sebuah kamar berukuran 3x3 meter. Hanya sedikit lebih besar dari kamar kosanku dulu. Bila dulu aku terbangun di atas kasur busa, tapi sekarang justru terbangun di atas kasur jerami yang bahkan tidak terlalu tebal. Bukan hanya itu, ada sebuah gerobak kayu menemaniku saat ini. Ya, gerobak itu persis ada di sampingku. Hanya ditutupi oleh sebuah terpal yang warnanya sudah tidak putih lagi. Naluriku menyuruhku untuk membuka terpal yang ada di atas gerobak dan mengintip ada apa di dalam gerobak itu. Namun, aku hanya diam dan menghela napas. Seingatku, aku baru saja tertabrak sebuah truk setelah keluar dari mini market. Aku bahkan masih bisa mengingat sebetapa ngilu dan nyerinya saat besi truk itu menghantam badanku. Aku masih hidup! Apa benar aku masih hidup? Aku masih tidak bisa mempercayai kedua tanganku saat ini. Bila tertabrak truk se...

Fondasi Karakter: Dari Akar Identitas hingga Konflik Batin

Halo, Fairies! Pernah nggak sih, kalian selesai membaca sebuah novel, menutup bukunya, lalu merasa rindu? Bukan rindu pada naganya, atau pada kastil megahnya. Tapi rindu pada orangnya. Rindu pada karakter-nya. Kalian merasa mereka itu nyata, seperti teman lama yang baru saja pamit pulang. Itulah kekuatan dari "Karakter yang Tak Terlupakan". Kali ini, kita akan masuk ke dapur penulisan. Kita tidak akan bicara soal plot twist dulu. Kita akan bicara soal jiwa. 1. AKAR IDENTITAS (Backstory sebagai Kompas) Fairies, kesalahan terbesar penulis pemula seringkali adalah menganggap karakter sebagai "boneka" yang digerakkan oleh plot. Padahal, karakter yang hebat adalah penggerak plot. Untuk membuat karakter hidup, kita harus mulai dari akarnya: Identitas dan Latar Belakang (Backstory). Bayangkan karakter kalian seperti pohon. Apa yang terlihat di permukaan seperti dialog mereka atau tindakan mereka, itu cuma dahan dan daun. Tapi, seberapa kuat pohon itu berdiri ditentukan ole...